Headlines News :
Showing posts with label Daerah. Show all posts
Showing posts with label Daerah. Show all posts

Gempa Aceh Tewaskan Satu Orang di Simeulu

Written By Global Jurnal on Wednesday, July 25, 2012 | 14:43


SINABANG - Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) yang mengguncang Pulau Simeulue, Rabu (25/7/2012) sekitar pukul 07.25 WIB dengan kedalaman 10 km arah Barat Daya Kabupaten Simeulue,  menewaskan seorang warga di Kecamatan Teupah Barat.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com melalui petugas emergency BPBD Simeulue, Kama, yang turun ke lapangan usai terjadinya gempa, menyatakan,  korban meninggal dunia ketika berusaha keluar dari dalam rumah dan kemudian terjatuh.

"Warga desa Salur di Kecamatan Teupah Barat, meninggal dunia ketika berusaha ke luar dari dalam rumah ketika gempa mengguncang Simeulue, umurnya diperkirakan mencapai 70 tahun,"  kata Kama, menjawab Serambinews.com di lokasi kejadian.

Hingga kini sejumlah petugas BPBD Simeulue bersama Muspida terus menginput data bagi warga di tiap kecamatan maupun fasilitasi publik.

"Data sementara yang kami dapat langsung dari lapangan, terdapat beberapa mesjid, puskesmas dan sarana pendidikan SMP dan SMA di Kecamatan Simeulue Tengah dan Salang dindingnya retak serta plafonnya jatuh," ujarnya seraya mengatakan dari Kecamatan Simeulue Barat juga tadi sudah melaporkan mengenai puskesmas mengalami kerusakan ringan akibat gempa yang cukup menggetarkan Pulau Simeulue lebih dari satu kali itu.[]


Foto: SERAMBINEWS.COM/MULYASNO


Ayam Mendadak Bertumbangan di Aceh Utara

Written By Global Jurnal on Tuesday, July 24, 2012 | 18:22

Foto: Ilustrasi [Google]
LHOKSUKON | Global Jurnal - Kejadian yang tidak lazim terjadi di Kabupaten Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Geureudong Pase. Sejumlah ternak ayam milik warga di Gampong (Desa) Dayah Seupeng mendadak bertumbangan dan akhirnya mati tanpa sebab yang jelas.

Kejadian tersebut sudah berlangsung sejak hari Jum'at (20/07/2012) yang bertepatan dengan hari "Meugang" (Hari Khusus yang dirayakan oleh masyarakat Aceh sehari menjelang 1 Ramadhan dan Lebaran), namun karena kejadiannya tidak dialami secara massif oleh warga setempat sehingga informasinya tidak cepat menyebar dikalangan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh seorang warga Gampong Dayah Seupeng, Nurheriani (25) kepada Global Jurnal, Selasa (24/07/2012 yang turut diamini oleh Nurjannah (33) juga warga setempat.

"Kejadiannya menimpa satu demi satu ternak ayam kami dan sudah terjadi sejak hari meugang kemarin lusa. Awalnya kami pikir ayamnya mati karena makan racun atau apa, tapi belakangan kejadiannya makin meluas hingga hari ini", tutur Ani begitu Ibu Rumah Tangga tersebut biasa disapa.

Menurut Ani, ia dan tetangganya mulai merasa khawatir dan tidak nyaman, karena kematian ternak-ternak tersebut sudah mulai menebarkan bau busuk. Kematiannya terjadi tiba-tiba tanpa terlebih dahulu sakit. Ani juga mengatakan, akibat dari kebiasaan warga setempat yang melepaskan ayamnya begitu saja sehingga kematiannya baru diketahui setelah bangkainya membusuk. 

Warga pun takut untuk menguburkannya karena mereka khawatir kalau kematian hewan-hewan tersebut akibat terkena wabah "Flu Burung" (H5N1). "Takutnya itu ayam kena Flu Burung, kayak yang dibilang di TV-TV itu", Pungkasnya.

Geuchik (Kades) Dayah Seupeng M. Jafar Yacob, saat akan dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan sedang ada rapat penting di Kantor Camat dan dimintai untuk menghubunginya kembali nanti. Sampai berita ini diturunkan, belum ada instansi terkait yang berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapannya. [AJL]

Pemerintah Dihimbau Awasi "Asmara Subuh" di Aceh

Written By Global Jurnal on Monday, July 23, 2012 | 12:39


BANDA ACEH - Kalangan ulama Aceh mengimbau pemerintah dan pihak berwenang lainnya untuk mengawasi kegiatan jalan pagi atau "asmara subuh" yang dilakukan kawula muda dan mudi pada setiap Ramadhan karena kerap terjadi penyimbangan Syariat Islam.


"Kegiatan 'asmara subuh' itu salah satu penyakit masyarakat karena tidak menutup kemungkinan melanggar syariat Islam, selain dapat membatalkan pahala puasa," kata Sekjen Himpunan Ulama Dayah Aceh Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Jumat.



Sebab, katanya, kegiatan jalan pagi muda-mudi setelah shalat subuh atau "asmara subuh" itu dikatakan menyimpang karena bercampur baurnya laki-laki dan perempuan yang jelas-jelas bukan muhrim.


Aceh, ia menyebutkan sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang berkomitmen menjalankan Syariat Islam, sehingga berbagai kegiatan pelanggaran syariah menjadi kewajiban pemerintah untuk melarangnya.



Selain itu, Faisal Ali yang juga Ketua PWNU Aceh mengimbau aparat kepolisian khususnya untuk menertibkan aksi balapan liar kalangan remaja yang kerap dilakukan setelah shalat tarawih dan subuh di sejumlah ruas jalan terutama di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.



"Aksi balapan liar remaja di jalan raya itu juga telah mengusik ketenangan dan ketertiban umum, jadi hal tersebut jelas melanggar hukum yang harus ditertibkan pihak kepolisian," katanya menambahkan.



Apalagi, jelas dia, aksi balapan liar itu bersamaan dengan pengajian Al Quran (tadarus) yang dilaksanakan di masjid dan meunasah-meunasah setiap malam selesai shalat tarawih, sehingga menganggu kegiatan ibadah tersebut pada malam-malam puasa Ramadhan.



Selain itu, katanya menjelang akhir Ramadhan atau di atas 20 hari puasa terkadang juga diramaikan dengan mercon dan kembang api pada malam hari dan kegiatan tersebut juga merusak warga lain yang menunaikan ibadah dan harus dicegah oleh pemerintah dan pihak berwenang lainnya.



Untuk itu, Faisal Ali juga meminta petugas Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) mengintensifkan patroli guna mencegah terjadinya "penyakit masyarakat" yang sering kambuh pada setiap bulan Suci Ramadhan di provinsi ini.



"Para khatib juga perlu menyampaikan larangan kegiatan yang dapat merusak ibadah puasa Ramadhan dalam setiap ceramahnya di masjid atau meunasah, sebagai upaya menyadarkan umat," kata dia menambahkan.

Foto: Ilustrasi [dikonews.com]

Bulan Ramadhan, Salon Plus Tetap Beroprasi di Lhokseumawe

Written By Global Jurnal on Sunday, July 22, 2012 | 21:59

Foto Ilustrasi [medantalk.com]
Lhokseumawe - Sejumlah salon kecantikan di Kota Lhokseumawe tetap melayani tamu laki –laki pada siang hari di bulan Ramadhan. Tidak hanya itu, sejumlah salon tersebut menyediakan tempat makan dan karyawan wanita untuk melayani pria hidung belang.

Hal ini terlihat dari investigasi yang di lakukan ANP di sejumlah salon di Kota Lhokseumawe. Minggu sore (22/7), sejumlah salon kecantikan yang beroperasi tersebut terletak dijalan gudang, pasar ikan dan jalan sukaramai Kota Lhokseumawe.

Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya yang di temui ANP mengakui belum mengetahui terkait beroperasinya sejumlah salon plus-plus di kota Lhokseumawe, “saya belum bisa memberi komentar dan baru mendengar informasi ini”.

Suaidi Yahya menambahkan nantinya akan ada tim yang menanganinya.[Reza Angkasah].


Sumber: ANP 

Tegur wagub Aceh gara-gara HP, sudahkah Sutan bercermin?

GLOBAL JURNAL - Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana sedikit kesal melihat tingkah Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang sibuk berponsel ria saat dirinya bersama rombongan Komisi VII berkunjung ke Banda Aceh. Saking tak nyaman dia pun berani menugur wagub yang dulunya mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.

Peristiwa itu terjadi saat rombongan Komisi VII DPR yang sedang berkunjung memperkenalkan diri di hadapan Muzakir. Entah sedang mengurusi apa, Muzakir tampak mengabaikan prosesi perkenalan itu.

Jari-jari Muzakir tampak sibuk mengoperasikan ponsel genggamnya itu. Geram merasa tak dipedulikan, Sutan yang mewakili teman-temannya langsung menyemprot orang nomor 2 di Aceh itu.

"Kalau bapak (wagub) sibuk, maka izinkan kami meninggalkan rapat ini, karena saat rombongan kami memperkenalkan diri bapak wagub terlihat tidak serius dan terus mengoperasikan telepon seluler," kata Sutan saat itu.

Tak cukup sampai disitu omelan Sutan. Politisi Partai Demokrat itu sempat menasihati Muzakir bahwa kunjungan para anggota komisi energi DPR ke Aceh bukan untuk bermain-main.

"Saya juga orang yang suka pakai telepon seluler (HP) tapi tidak saat pertemuan ini, kami mohon maaf. Kedatangan kami karena cinta dengan Aceh dan mencari masukan guna mendukung pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh," celetuk Sutan lagi.

Sebenarnya kemarahan Sutan saat itu sah-sah saja. Sebab, tentu kita sebagai manusia akan sangat kesal saat berbincang pada seseorang tapi orang itu malah sibuk dengan hal lain yang tak ada hubungannya dengan kita.

Tapi jika melihat ke belakang, apakah saat Sutan marah sudah berkaca pada dirinya sendiri?

Sebab, bukan hal yang baru kalau banyak yang menyebut anggota DPR punya kebiasaan buruk. Bukan cuma korupsi, tapi politikus Senayan juga dikenal minus etika.

Anggota DPR yang kerap melakukan rapat dengan banyak pihak pun sering berperilaku kurang santun. Parahnya aktivitas mereka yang mengganggu itu sampai tersorot kamera bahkan tersiar ke televisi.

Dalam pengamatan merdeka.com di beberapa sidang paripurna maupun di rapat komisi, anggota DPR juga kerap berponsel saat diskusi tengah berlangsung. Bukan itu saja, tak jarang mereka juga terlibat perbincangan dengan rekan sebelahnya. Terparah, mereka kadang sempat tertidur saat sesi pembahasan sedang berlangsung. Bahkan, ada yang meninggalkan rapat tanpa alasan yang jelas meski rapat masih berlangsung.

Kalau disamakan dengan kejadian yang dialami Sutan, sebenarnya bukan yang baru buat Sutan. Harusnya dia bisa berkaca terlebih dulu sebelum emosi saat perkataannya tak disimak. Toh pemandangan yang seperti itu lumrah terjadi di gedung wakil rakyat di Senayan, tempat dia sehari-hari bekerja. Bahkan tak ada satu pun yang menegur, atau saling mengingatkan untuk tak sibuk dengan urusan masing-masing saat rapat berlangsung.

Kalau memang Sutan benar-benar merasa tak nyaman diperlakukan demikian, beranikan dia menegur rekan-rekan atau mitra kerjanya yang asyik dengan ponsel, bahkan tertidur saat rapat berlangsung?

Foto: Ilustrasi / Google
Source: merdeka.com

PDIP Minta PA Ambil Sikap Soal Batoeghana Permalukan Muallem

Banda Aceh - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi Aceh, Karimun Usman meminta kepada Partai Aceh (PA) bersikap terkait dengan insiden yang menimpa Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang hampir dipermalukan oleh politisi Partai Demokrat Sutan Batoeghana.


"Seharusnya sebagai politisi senayan, saudara Sutan Batoeghana jangan bersikap arogan," kata Karimun Usman di Banda Aceh, Jum'at (20/07/2012).



Ia mengatakan sebagai daerah yang baru saja berlangsung perdamaian, cara-cara yang disampaikan oleh politisi Demokrat tersebut tidak elok. “Saya pikir PA harus bersikap terkait dengan insiden yang menimpa ketua umum mereka," ujarnya.



Dijelaskan, seharusnya Sutan menyadari bahwa peran Muzakir Manaf dan Partai Aceh dalam memberikan kontribusi suara dalam pemenangan Presiden SBY cukup signifikan. "93 persen kemenangan SBY di Aceh itu berkat kerja-kerja PA yang diketuai oleh Wagub Aceh saat ini," tuturnya.



Sebagaimana dilansir dari beberapa media sebelumnya dalam rapat antara rombongan Komisi VII DPR RI dengan Pemerintah Aceh yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna, Kantor Gubernur Aceh, membahas tentang Migas Aceh, pada Selasa (17/7) lalu.



Saat itu Ketua Komisi VII Sutan Batoeghana menegur Wagub Aceh Muzakir Manaf dalam rapat membahas migas Aceh. Tiba-tiba, Sutan  menegur Wagub Aceh, yang juga dikenal sebagai mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).



"Kalau Pak Wagub sibuk, kami izinkan untuk meninggalkan rapat ini. Saya lihat bapak dari tadi saat rombongan kami memperkenalkan diri tampak tak serius mendengarnya. Kami datang ke sini karena cinta terhadap Aceh. Saya juga orang yang suka pakai HP, tapi tidak untuk di sini. Kami mohon maaf Pak Wagub," kata Sutan.[]


Source: WaspadaOnline

Razia Malam Ramadhan di Banda Aceh Libatkan Satgas PA

Written By Global Jurnal on Saturday, July 21, 2012 | 03:08

Foto: Ilustrasi [gerbangmedia.com]
Global Jurnal | Banda Aceh - Tim Gabungan Penegakan Syariat Islam merazia sejumlah lokasi yang disinyalir sebagai tempat maksiat di Banda Aceh, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1433 Hijriah. 

Razia melibatkan Wilayatul Hisbah (Polisi Syariah/WH), Satpol PP, Polisi Militer dan Satuan Tugas Partai Aceh ( Satgas PA), pada Jumat (20/7/2012) dimulai pukul 00:00 WIB hingga dini hari. Penegakan Perda Qanun (Perda) Syariat Islam itu sempat diwarnai ketegangan antara petugas dengan pemilik losmen yang disinyalir digunakan sebagai tempat mesum tersebut, bahkan sang pemilik losmen tersebut nyaris dipukul petugas karena melawan saat diminta ikut ke kantor untuk diperiksa.

Berbeda dengan razia yang sering digelar, ini merupakan pertama sekali melibatkan satgas partai politik.

Adalah sebuah losmen yang terletak di Jalan Teuku Umar termasuk salah satu tempat yang menjadi sasaran razia petugas. Saat tim razia melintas, di depan losmen tersebut ada seorang perempuan muda tanpa mengenakan jilbab. Kemudian dia masuk ke dalam saat melihat tim. Diduga sebagai wanita malam, tim kemudian ramai-ramai masuk ke dalam losmen itu.

Setelah sempat cekcok dengan pemilik losmen karena tidak petugas tidak lebih dulu menunjukkan Surat Izin akhirnya petugas berhasil menemukan wanita tersebut disebuah kamar, namun hanya seorang diri.

Petugas kemudian langsung memboyong pemilik losmen bersama seorang perempuan diduga pekerja malam itu ke Kantor Satpol PP dan WH Provinsi Aceh. Sebelumnya petugas juga menciduk dua pemuda di tepi Krueng Aceh, Peunayong karena kedapatan mengisap lem.

Setiba di Kantor Satpol PP dan WH, perempuan tadi langsung diinterogasi, namun ada yang berbeda dari biasanya. Kali ini bukan Penyidik WH yang melakukan interogasi, namun pelaku justru diperiksa Satgas Partai Aceh. Sementara WH, Satpol PP dan POM hanya menonton saja.

Kasi Penegakan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh, Syamsuddin saat dimintai tanggapannya oleh wartawan mengatakan, memang baru kali ini Satgas Partai Aceh dilibatkan dalam razia, alasannya karena mereka yang merupakan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) punya komitmen menegakkan syariat Islam di Aceh. "Mereka para mantan pejuang-pejuang yang ingin menegakkan Syariat Islam," ujarnya. 

Dia membantah aksi arogan dalam razia tersebut dilakukan petugas. Menurutnya itu dilakukan oleh warga sipil yang menyusup dalam razia. "Banyak sekali tadi masyarakat," sebut Syamsuddin memberi alasan.

Razia ini, kata dia, untuk meminimalisir kambuhnya Penyakit Masyarakat (PEKAT) yang menjurus kepada pelanggaran Syariat Islam, khususnya selama Bulan Suci Ramadhan kali ini. Pelaku yang ditangkap akan diperiksa jika ditemukan pelanggaran sesuai qanun Syariat Islam akan diproses hingga Mahkamah Syariah, namun jika tidak akan dikembalikan ke orangtuanya.[]

Dari: berbagai sumber       

Wartawan Acehtraffic.com Dikeroyok Mahasiswa STMIK Bina Bangsa

Lhokseumawe - Seorang wartawan dari media online www.acehtraffic.com, Isbahannur, nyaris babak belur dihajar oleh seratusan mahasiswa Bireun yang menamakan diri Forum Komunikasi Mahasiswa STMIK Bina Bangsa Lhokseumawe, Kamis (19/7).
Insiden tersebut berawal saat ratusan mahasiswa menggelar audiensi untuk mempertanyakan status akreditasi jurusan Teknik Informatika (TI) dengan yayasan kampus. Para mahasiswa ini emosi akibat Ketua STMIK dan pihak yayasan tidak hadir dalam pertemuan tersebut. Kemarahan mahasiswa bertambah melihat wartawan mengambil gambar aksi mereka dan langsung merampas kamera wartawan.
"Saat itu saya dan rekan wartawan lainnya sedang meliput, tiba-tiba saya melihat mahasiswa pada berhamburan keluar ruangan dengan wajah terlihat marah akibat sikap yayasan enggan hadir dalam audiensi. Melihat gelagat mahasiswa berubah, kami pun berdiri di badan jalan Nasional Medan-Banda Aceh, tepatnya di depan kampus untuk mengabadikan beberapa lembar foto. Nah, disitulah saya langsung didatangi oleh seorang pegawai kampus yang tidak diketahui namanya dan langsung menarik tangan saya, ungkap Isbahannur kepada The Globe Journal, Jum'at (20/7).


Lanjut Isbahannur, pegawai kampus menantang dirinya dengan kata-kata. "Apa urusan anda membidik foto-foto kami? Mana surat izin? Kemari dulu kau! Teriaknya sambil menarik tangan Isbahannur yang sedang memegang kartu pers.

"Setelah tangan saya ditarik paksa oleh oknum pegawai kampus, lima mahasiswa pun juga mendatangi saya sambil menggertak dengan ucapan, siapa kau, apa urusan kau foto-foto. Kau mencemarkan nama baik kampus kami, mau kubanting kau, mauuuuu?'kata Isbahannur menirukan ucapan oknum mahasiswa.


Setelah itu, Isbahannur juga mengaku bahwa dirinya sempat kena bogem berulang kali dari belakang. ''Saya sempat dibogem, tapi tidak tahu siapa yang bogem sambil diinterogasi oleh delapan mahasiswa yang bertanya secara bergantian. Bahkan, saya dipaksa untuk membeberkan indentitas narasumber. Namun, demi keselamatan narasumber dan aturan hak untuk menyembunyikan narasumber serta aturan perlindungan saksi dan korban, saya terpaksa memilih bungkam,"ujar Isbahannur.

Kemudian suasana mereda setelah puluhan polisi dari Polres Lhokseumawe turun ke lokasi kejadian. 


Isbahannur yang bertugas di kota Lhokseumawe, hingga saat ini enggan membuat laporan insiden ke pihak Kepolisian. Karena menurutnya, para mahasiswa emosi terprovokasi oleh oknum yang tidak ingin kasus ijazah tidak sesuai prosedur hukum terpublikasi di media. Apalagi, kondisi sangat memanas saat itu.[]

Source: theglobejournal.com

Di Lhokseumawe, Perampok Beraksi Jelang Shalat Jumat

LHOKSEUMAWE - Seorang warga Jalan Darussalam, Banda Sakti Kota Lhokseumawe, Sahijar, 31 tahun, dirampok orang tak dikenal sekira pukul 11.45 WIB siang, Jumat 20 Juli 2012.

Sahijar yang merupakan salah seorang karyawan swasta di kota Petro Dollar tersebut, pada saat kejadian baru saja keluar dari Bank BCA Cabang Lhokseumawe dan mesin ATM BRI di jalan Merdeka, Lhokseumawe.

Pada saat itulah pelaku, melancarkan aksinya dengan memecahkan kaca mobil milik Sajidar yang diparkir di badan Jalan Merdeka. Akibatnya, satu buah tas berisi dokumen dan kamera digital miliknya raib diambil tersangka perampokan.

Kapolsek Banda Sakti, Iptu Tris Zeno kepada The Atjeh Post, membenarkan adanya kejadian tersebut yang menimpa Sajidar. Saat ini, pihak kepolisian sedang memburu pelaku yang diduga memakai sepeda motor jenis matic berwarna biru/hijau.[]

Sumber: The Atjeh Post

Besok, Jalan Merdeka Ditutup

Written By Global Jurnal on Wednesday, July 4, 2012 | 17:55

* Saat Pelantikan Wali Kota

LHOKSEUMAWE - Jalan Merdeka yang merupakan salah satu jalan protokol di Lhokseumawe, Kamis (5/7) besok ditutup tiga jam untuk umum. Jalan yang ditutup mulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB itu mulai mulai dari Simpang Empat sampai Simpang Jam. Sementara, Jalan T Nyak Adam Kamil, Lhokseumawe pada hari yang sama juga ditutup sejak pukul 14.00 sampai 16.30 WIB. Penutupan itu sehubungan dengan  dilaksanakannya pelantikan wali kota/wakil wali kota Lhokseumawe dan bupati/wakil bupati Aceh Utara di gedung DPRK masing-masing daerah tersebut.

Sekretaris DPRK Lhokseumawe, Badruddin Ishak, kemarin, mengatakan Jalan Merdeka ditutup karena akan digunakan untuk lokasi parkir mobil tamu undangan pelantikan wali kota/wakil wali kota. “Pengguna jalan yang ingin ke pusat kota, bisa melalui Jalan Darussalam lalu berbelok ke Jalan Iskandar Muda dan langsung ke pusat kota,” jelasnya.

“Khusus untuk mobil gubernur dan wakil gubernur Aceh, menurut Badruddin, akan parkir di Jalan Merdeka persisnya di depan gedung DPRK Lhokseumawe. Untuk mobil undangan lainnya, tetap di sisi kiri dan kanan Jalan Merdeka,” ujar Badruddin. Ditambahkan, pihaknya mengundang 1.200 tamu untuk pelantikan itu.

Sementara Kabag Hukum dan Humas DPRK Aceh Utara, Fitriyani MH, menyatakan pihaknya akan menutup Jalan T Nyak Adam Kamil sejak pukul 14.00 sampai 16.30 WIB karena akan dilaksanakan pelantikan bupati dan wakil bupati Aceh Utara di gedung DPRK setempat. “Untuk mobil gubernur dan wakil gubernur Aceh, parkir kita sediakan di depan kantor Disdikpora Aceh Utara, persis di samping kanan gedung DPRK Aceh Utara. Sedangkan parkir mobil lainnya, di halaman gedung Islamic Center,” ujar Fitriyani. Ditambahkan, pihaknya mengundang 2.000 tamu dalam pelantikan tersebut.  

Amatan Serambi, kemarin, sejumlah pekerja sibuk memasang tratak di depan gedung DPRK Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Ruang sidang paripurna istimewa juga telah dihias dan semua kursi telah dibalut dengan kain putih. Sekitar pukul 12.00 WIB, Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso, Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE, dan Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agus Tri Antoni dan Muspida Aceh Utara meninjau kesiapan pengamanan di gedung DPRK Aceh Utara.(c46)

INFO TERKINI

SPECIAL RAMADHAN

Indeks »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Global Jurnal - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger