Headlines News :
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Berat Badan Bisa Turun dengan Memakai Parfum Ini

Written By Global Jurnal on Wednesday, August 1, 2012 | 00:30


Jakarta - Ingin menurunkan berat badan hanya dengan menyemprotkan parfum? Kini keinginan Anda bisa terwujud. 

Terdapat inovasi terbaru di industri parfum yang bisa mengurangi nafsu makan seseorang. Wewangian yang disebut parfum penurun berat badan itu berasal dari Prancis. 

Parfum bernama 'Prends Moi', yang berarti 'bawa aku ke Prancis' itu menjanjikan untuk menurunkan berat badan. Bagaimana cara kerjanya?

Dikutip dari Fashion etc, ketika disemprotkan pada kulit akan meningkatkan hormon endrofin seseorang. Sehingga menciptakan perasaan bahagia, yang dapat berpengaruh pada penurunan nafsu makan. 

Tercipta dari bahan-bahan seperti kafein, karnitin, dan ekstrak spirulina, yang menciptakan 'Slimming Complex' yang bekerja untuk mengaktifkan enzim. Enzim tersebut mampu untuk memecah lemak. 

Tertarik ingin memiliki parfum multifungsi ini? Anda bisa membelinya di website belanja 'Prends Moi', seharga €56 Rp 650 ribuan.[-]


Source: wolipop

Presiden Uganda Larang Warganya Bersalaman?

Written By Global Jurnal on Tuesday, July 31, 2012 | 22:27


Foto : Presiden Uganda Yoweri Museveni (in2eastafrica) 
KAMPALA - Presiden Uganda Yoweri Museveni memperingatkan warganya agar tidak berjabat tangan dan melakukan hubungan seks bebas guna mencegah penyebaran wabah penyakit Ebola yang sudah menewaskan 14 orang. Namun imbauan Museveni justru membuat para pasien menjadi takut.

"Kami menyarankan agar warga tidak bersalaman karena dengan bersalaman, keringat akan menempel. Penyakit Ebola juga dapat menular lewat hubungan seks," ujar Museveni, seperti dikutip Daily Mail, Selasa (31/7/2012).

Para pejabat setempat di Uganda mencoba untuk melarang warganya bersalaman guna menghentikan penyebaran penyakit mematikan itu. Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyebuhkan penyakit Ebola. Selain lewat keringat dan hubungan seks, penyakit itu bisa menular lewat air liur, darah, dan juga feses.

Pada 2000 silam, sebanyak 425 orang warga Uganda terinfeksi penyakit Ebola dan sekira 200 orang tewas. Virus itu ditemukan pada 1976 silam, nama Ebola juga diambil dari nama sebuah sungai, Sungai Ebola. Para pekerja medis di Uganda yakin, penyebaran penyakit itu berawal di Desa Nyanswiga. 

Presiden Museveni juga meminta warganya agar berhati-hati ketika menguburkan jenazah. Karena jenazah seseorang masih bisa menyebarkan virus mematikan itu.

"Bila ada kerabat kalian yang meninggal karena Ebola, tolong, jangan menguburkannya. Panggilah petugas medis untuk menguburkannya," tegasnya.

Menteri Kesehatan Uganda Christine Ondoa mengatakan, mayoritas warga yakin, virus mematikan itu muncul karena adanya pengaruh roh jahat. Para petugas di rumah sakit juga diminta untuk mengenakan kostum khusus agar tidak terjangkit virus Ebola.

Seseorang yang terjangkit penyakit Ebola umumnya mendadak demam dan sangat lemah. Ototnya pun sakit, begitu pula kepala dan tenggorokannya. Mereka juga sering muntah, diare, sakit ginjal atau liver dan mengalami pendarahan internal.(AUL)


Source: okezone

Ayam Mendadak Bertumbangan di Aceh Utara

Written By Global Jurnal on Tuesday, July 24, 2012 | 18:22

Foto: Ilustrasi [Google]
LHOKSUKON | Global Jurnal - Kejadian yang tidak lazim terjadi di Kabupaten Aceh Utara, tepatnya di Kecamatan Geureudong Pase. Sejumlah ternak ayam milik warga di Gampong (Desa) Dayah Seupeng mendadak bertumbangan dan akhirnya mati tanpa sebab yang jelas.

Kejadian tersebut sudah berlangsung sejak hari Jum'at (20/07/2012) yang bertepatan dengan hari "Meugang" (Hari Khusus yang dirayakan oleh masyarakat Aceh sehari menjelang 1 Ramadhan dan Lebaran), namun karena kejadiannya tidak dialami secara massif oleh warga setempat sehingga informasinya tidak cepat menyebar dikalangan masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh seorang warga Gampong Dayah Seupeng, Nurheriani (25) kepada Global Jurnal, Selasa (24/07/2012 yang turut diamini oleh Nurjannah (33) juga warga setempat.

"Kejadiannya menimpa satu demi satu ternak ayam kami dan sudah terjadi sejak hari meugang kemarin lusa. Awalnya kami pikir ayamnya mati karena makan racun atau apa, tapi belakangan kejadiannya makin meluas hingga hari ini", tutur Ani begitu Ibu Rumah Tangga tersebut biasa disapa.

Menurut Ani, ia dan tetangganya mulai merasa khawatir dan tidak nyaman, karena kematian ternak-ternak tersebut sudah mulai menebarkan bau busuk. Kematiannya terjadi tiba-tiba tanpa terlebih dahulu sakit. Ani juga mengatakan, akibat dari kebiasaan warga setempat yang melepaskan ayamnya begitu saja sehingga kematiannya baru diketahui setelah bangkainya membusuk. 

Warga pun takut untuk menguburkannya karena mereka khawatir kalau kematian hewan-hewan tersebut akibat terkena wabah "Flu Burung" (H5N1). "Takutnya itu ayam kena Flu Burung, kayak yang dibilang di TV-TV itu", Pungkasnya.

Geuchik (Kades) Dayah Seupeng M. Jafar Yacob, saat akan dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan sedang ada rapat penting di Kantor Camat dan dimintai untuk menghubunginya kembali nanti. Sampai berita ini diturunkan, belum ada instansi terkait yang berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapannya. [AJL]

Kurangi Garam Agar Terhindari dari Kanker Perut

Written By Global Jurnal on Monday, July 23, 2012 | 16:59


London — Banyak orang sudah paham bahwa terlalu banyak asupan garam dalam makanan akan memicu penyakit tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. 

Namun terlalu banyak garam juga meningkatkan risiko mengidap penyakit kanker perut. Hal ini diungkapkan Badan Penelitian Kanker Dunia (WCRF) seperti dilansir BBC, Senin, 23 Juli 2012.

Setiap hari kita hanya boleh mengkonsumsi maksimal 6 gram garam atau setara dengan satu sendok teh. Namun berdasarkan data WCRF, mayoritas masyarakat dunia mengkonsumsi hingga 8,6 gram setiap hari. 

“Kanker perut sulit ditangani hingga sembuh karena pada banyak kasus pasien baru berobat ketika kanker telah mencapai stadium tinggi,” kata Kate Mendoza, juru bicara WCRF. 

Untuk itu, Mendoza mendesak agar perubahan gaya hidup, terutama asupan makanan, termasuk garam, harus diperhatikan. “Selain mengurangi garam, perbanyaklah asupan sayur dan buah-buahan,” ujarnya. 

Sebagai contoh, di Inggris, setiap tahun terdapat 6 ribu kasus kanker perut. Sekitar 14 persen atau 800 kasus, menurut WCRF, dapat dihindari jika setiap orang patuh pada rekomendasi satu sendok teh garam setiap hari.[]




Source: TEMPO.COM

Penyebab & Cara Kurangi Bau Mulut Saat Berpuasa

Written By Global Jurnal on Sunday, July 22, 2012 | 23:02

Jakarta - Saat berpuasa, masalah bau mulut sering terjadi dan terkadang membuat seseorang menjadi tidak percaya diri ketika berbicara. Sebelum mencari tahu cara untuk meminimalisir bau mulut, Anda perlu tahu kenapa napas cenderung berbau tak sedap saat berpuasa.


Dijelaskan praktisi gaya hidup sehat dr. Phaidon L. Toruan, saat berpuasa otomatis kita kurang mengonsumsi karbohidrat dan cadangan makanan dalam tubuh berkurang. Karena kekurangan karbohidrat, tubuh akan membakar lemak sebagai energi.



"Proses pemecahan lemak tinggi menghasilkan ketone. Zat inilah yang yang membuat bau. Memang tidak ada cara untuk menghilangkannya tapi bisa diminalisir," terang dr. Phaidon saat dihubungi wolipop lewat telepon, Rabu (18/07/2012).



Untuk mengurangi bau napas tak sedap selama berpuasa, penulis buku 'Fat Loss Not Weight Loss' ini menganjurkan untuk perbanyak konsumsi buah-buahan saat sahur, atau bisa juga sayuran yang memiliki aroma khas seperti kemangi. Semakin banyak memakan buah dan sayur akan membuat gula darah stabil dan pemecahan lemak berkurang sehingga pelepasan ketone pun tak berlebihan.



Selain itu masih ada beberapa cara lainnya yang bisa Anda santap saat sahur untuk menjaga napas tetap segar selama puasa, seperti yang dikutip dari health.msn.



Yoghurt
Sebuah penelitian terbaru menemukan, makan yoghurt setiap hari dapat mengurangi tingkat penyebab bau mulut. Hal ini karena yoghurt dapat menyingkirkan bakteri. Plak pada mulut serta penyakit gusi juga bisa berkurang. Sebaiknya, pastikan yoghurt yang dikonsumsi tidak memiliki rasa dan tanpa gula (plain yoghurt).



Apel, Wortel & Seledri
Ketiga jenis sayur dan buah ini ampuh melawan bau mulut. Anda bisa menggabungkannya menjadi jus. Pada dasarnya semua jenis buah dan sayur yang kaya serat dapat memerangi aroma mulut yang tidak sedap.



Ahli gizi Cynthia Sass mengatakan, plak terus berkembang di dalam mulut yang menimbukan aroma tidak sedap. Maka dari itu ia manyarankan makan lah makanan yang meningkatkan produksi air liur untuk menjaga mulut tetap lembab dan membersihkan area mulut. Cynthia juga memperingatkan agar tidak lupa membersihkan gigi setelah makan ayam dan sereal. Makanan tersebut biasanya akan menyelip di gigi dan sekitar mulut.



Makanan Kaya Vitamin C
Jeruk, melon dan stroberi merupakan makanan yang kaya akan vitamin C. Vitamin C akan membuat bakteri tidak hinggap di mulut. Vitamin ini juga bagus dikonsumsi agar terhindar dari penyakit gusi yang juga menjadi penyebab bau mulut.



Sebaiknya konsumsi vitamin C dari makanan bukan suplemen. Menurut Cynthia, bagi sebagian orang, mengonsumsi suplemen vitamin C dapat menganggu pencernaan. Tentunya ketika pencernaan terganggu maka akan berpengaruh pada aroma mulut yang tidak sedap.



(hst/hst)


Source: wolipop

4 Tips Berbuka Puasa yang Sehat Bagi Lambung

Written By Global Jurnal on Saturday, July 21, 2012 | 20:47

Foto: Ilustrasi
Saat tiba waktu berbuka, umat yang menjalankan ibadah puasa memang diperbolehkan makan dan minum. Tapi bukan berarti Anda bisa melahap semua makanan yang diinginkan sekaligus.
Berbuka puasa pun perlu mengikuti langkah-langkah yang benar, karena lambung yang tidak terisi makanan dalam waktu lama cenderung lebih rentan mengalami gangguan pencernaan. Berikut ini tips berbuka puasa yang benar, seperti dikutip dari fasting ygoy.

1. Berbukalah dengan yang Manis

Tahukah Anda, alasan kenapa kita sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan manis terlebih dulu saat berbuka? Karena selama berpuasa, tubuh kehilangan banyak energi dan kurang nutrisi. Gula, atau makanan/minuman yang mengandung gula bisa memberi asupan energi dengan cepat, sehingga tubuh pun cepat kembali segar.

2. Hindari Minuman Terlalu Dingin
Hindari minuman yang terlalu dingin. Minuman dingin bisa membuat perut cepat kenyang, sehingga kita kehilangan selera untuk mengonsumsi makanan yang bergizi, yang tidak didapatkan tubuh selama berpuasa. Akibatnya, tubuh akan cepat lemas saat berpuasa esok harinya.
3. Beri Jeda Waktu untuk Makan Berat
Saat berbuka, biasanya kita cenderung kalap, ingin melahap semua makanan yang tersaji. Tapi tahanlah keinginan itu. Lambung perlu beradaptasi dengan makanan setelah lebih dari 12 jam kosong. Langsung ‘menghantamnya’ dengan makanan berat, akan membuat perut ‘kaget’ dan bisa menimbulkan perut kembung hingga sembelit.
4. Makan Perlahan
Rasa lapar kadang bisa membuat kita kalap sehingga ingin mengunyah makanan lebih cepat agar bisa segera menghabiskan menu berikutnya. Makan dengan cepat bisa mengganggu kadar gula dalam darah, sehingga Anda akan selalu merasa lapar dan semakin semangat mengunyah makanan. Otak membutuhkan sekitar 15 sampai 20 menit untuk mengirim sinyal kenyang. Makan cepat dapat membuat Anda mengonsumsi makanan berlebihan dan memakan kalori lebih banyak. Tentunya Anda tidak mau, setelah 1 bulan berpuasa, tubuh justru akan jadi lebih gemuk.


Tapi perhatikan juga konsumsinya, jangan sampai berlebihan dan usahakan gula yang Anda konsumsi alami, yang berasal dari buah-buahan. Idealnya, Anda disarankan makan tiga butir kurma dan air putih, atau satu cangkir teh manis. Anda pun bisa berbuka dengan buah-buahan seperti melon dan semangka.
Setelah mengonsumsi makanan manis, berilah jeda waktu bagi lambung untuk mencerna makanan secara perlahan, kira-kira 10-15 menit. Baru mulai makan makanan berat, misalnya nasi beserta lauk dan sayur. Untuk lebih nyaman, Anda bisa mengonsumsi makanan berat setelah pulang salat Tarawih.
Oleh karena itu, makanlah dengan pelan. Mengunyah secara perlahan akan memberi waktu bagi tubuh untuk menyerap glukosa dan kalori yang diperlukan tubuh, tapi mencegahnya agar tidak terserap berlebihan dan menjadikannya lemak.

Source: beritaunik.net

INFO TERKINI

SPECIAL RAMADHAN

Indeks »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Global Jurnal - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger