Headlines News :
Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Tegur wagub Aceh gara-gara HP, sudahkah Sutan bercermin?

Written By Global Jurnal on Sunday, July 22, 2012 | 01:33

GLOBAL JURNAL - Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana sedikit kesal melihat tingkah Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang sibuk berponsel ria saat dirinya bersama rombongan Komisi VII berkunjung ke Banda Aceh. Saking tak nyaman dia pun berani menugur wagub yang dulunya mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) itu.

Peristiwa itu terjadi saat rombongan Komisi VII DPR yang sedang berkunjung memperkenalkan diri di hadapan Muzakir. Entah sedang mengurusi apa, Muzakir tampak mengabaikan prosesi perkenalan itu.

Jari-jari Muzakir tampak sibuk mengoperasikan ponsel genggamnya itu. Geram merasa tak dipedulikan, Sutan yang mewakili teman-temannya langsung menyemprot orang nomor 2 di Aceh itu.

"Kalau bapak (wagub) sibuk, maka izinkan kami meninggalkan rapat ini, karena saat rombongan kami memperkenalkan diri bapak wagub terlihat tidak serius dan terus mengoperasikan telepon seluler," kata Sutan saat itu.

Tak cukup sampai disitu omelan Sutan. Politisi Partai Demokrat itu sempat menasihati Muzakir bahwa kunjungan para anggota komisi energi DPR ke Aceh bukan untuk bermain-main.

"Saya juga orang yang suka pakai telepon seluler (HP) tapi tidak saat pertemuan ini, kami mohon maaf. Kedatangan kami karena cinta dengan Aceh dan mencari masukan guna mendukung pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat Aceh," celetuk Sutan lagi.

Sebenarnya kemarahan Sutan saat itu sah-sah saja. Sebab, tentu kita sebagai manusia akan sangat kesal saat berbincang pada seseorang tapi orang itu malah sibuk dengan hal lain yang tak ada hubungannya dengan kita.

Tapi jika melihat ke belakang, apakah saat Sutan marah sudah berkaca pada dirinya sendiri?

Sebab, bukan hal yang baru kalau banyak yang menyebut anggota DPR punya kebiasaan buruk. Bukan cuma korupsi, tapi politikus Senayan juga dikenal minus etika.

Anggota DPR yang kerap melakukan rapat dengan banyak pihak pun sering berperilaku kurang santun. Parahnya aktivitas mereka yang mengganggu itu sampai tersorot kamera bahkan tersiar ke televisi.

Dalam pengamatan merdeka.com di beberapa sidang paripurna maupun di rapat komisi, anggota DPR juga kerap berponsel saat diskusi tengah berlangsung. Bukan itu saja, tak jarang mereka juga terlibat perbincangan dengan rekan sebelahnya. Terparah, mereka kadang sempat tertidur saat sesi pembahasan sedang berlangsung. Bahkan, ada yang meninggalkan rapat tanpa alasan yang jelas meski rapat masih berlangsung.

Kalau disamakan dengan kejadian yang dialami Sutan, sebenarnya bukan yang baru buat Sutan. Harusnya dia bisa berkaca terlebih dulu sebelum emosi saat perkataannya tak disimak. Toh pemandangan yang seperti itu lumrah terjadi di gedung wakil rakyat di Senayan, tempat dia sehari-hari bekerja. Bahkan tak ada satu pun yang menegur, atau saling mengingatkan untuk tak sibuk dengan urusan masing-masing saat rapat berlangsung.

Kalau memang Sutan benar-benar merasa tak nyaman diperlakukan demikian, beranikan dia menegur rekan-rekan atau mitra kerjanya yang asyik dengan ponsel, bahkan tertidur saat rapat berlangsung?

Foto: Ilustrasi / Google
Source: merdeka.com

PDIP Minta PA Ambil Sikap Soal Batoeghana Permalukan Muallem

Banda Aceh - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi Aceh, Karimun Usman meminta kepada Partai Aceh (PA) bersikap terkait dengan insiden yang menimpa Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang hampir dipermalukan oleh politisi Partai Demokrat Sutan Batoeghana.


"Seharusnya sebagai politisi senayan, saudara Sutan Batoeghana jangan bersikap arogan," kata Karimun Usman di Banda Aceh, Jum'at (20/07/2012).



Ia mengatakan sebagai daerah yang baru saja berlangsung perdamaian, cara-cara yang disampaikan oleh politisi Demokrat tersebut tidak elok. “Saya pikir PA harus bersikap terkait dengan insiden yang menimpa ketua umum mereka," ujarnya.



Dijelaskan, seharusnya Sutan menyadari bahwa peran Muzakir Manaf dan Partai Aceh dalam memberikan kontribusi suara dalam pemenangan Presiden SBY cukup signifikan. "93 persen kemenangan SBY di Aceh itu berkat kerja-kerja PA yang diketuai oleh Wagub Aceh saat ini," tuturnya.



Sebagaimana dilansir dari beberapa media sebelumnya dalam rapat antara rombongan Komisi VII DPR RI dengan Pemerintah Aceh yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna, Kantor Gubernur Aceh, membahas tentang Migas Aceh, pada Selasa (17/7) lalu.



Saat itu Ketua Komisi VII Sutan Batoeghana menegur Wagub Aceh Muzakir Manaf dalam rapat membahas migas Aceh. Tiba-tiba, Sutan  menegur Wagub Aceh, yang juga dikenal sebagai mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM).



"Kalau Pak Wagub sibuk, kami izinkan untuk meninggalkan rapat ini. Saya lihat bapak dari tadi saat rombongan kami memperkenalkan diri tampak tak serius mendengarnya. Kami datang ke sini karena cinta terhadap Aceh. Saya juga orang yang suka pakai HP, tapi tidak untuk di sini. Kami mohon maaf Pak Wagub," kata Sutan.[]


Source: WaspadaOnline

Dianggap Tua, JK Tantang Taufiq Kiemas Lari 10 KM

Written By Global Jurnal on Saturday, July 21, 2012 | 03:30

Foto: Ilustrasi
MAKASSAR - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai umur dan kesehatan bukan menjadi penghalang untuk seseorang maju pada calon presiden (Capres) 2014.

"Umur dan kesehatan, bukan jadi peghalang untuk maju pada pemilihan presiden," ujar pria yang akrab dipanggil JK ini, usai melaksanakan salat Tarawih di Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, Jumat (20/7/2012) malam.

Ucapan yang dilontarkan JK ini terkait sindirian politikus senior PDIP yang juga Ketua MPR RI Taufiq Kiemas mengenai Capres 2014 mendatang, yang usianya dianggap sudah uzur agar mengurungkan niatnya untuk maju serta mendorong generasi muda.

Menurutnya, pemilihan presiden itu bukan melalui proses pengkaderan, akan tetapi bagaimana seseorang mampu memimpin negeri ini dengan baik. "Presiden itu hanya satu, beda dengan menteri," imbuhnya.

Kata dia, banyak pemimpin yang sudah berumur 70 tahun tetapi dia mampu memimpin, melindungi, serta mengayomi warganya dengan baik.

Lebih jauh JK juga menantang Taufiq Kiemas apakah dia mampu berjalan sepuluh kilometer di usianya yang memasuki 70 tahun.

Sebelumnya, sindiran yang dilontarkan oleh Taufik Kiemas terhadap JK ini diutarakan di gedung DPR RI. Saat itu Taufik menyatakan sebaiknya JK mengurungkan niatnya untuk maju menjadi Capres di tahun 2014 karena usianya yang sudah tua. Bahkan ia mendorong generasi muda untuk bertarung di Pilpres 2014 mendatang. (ctr)

Sumber: okezone

Budayawan Usul DPR dan Kementerian Agama Dibubarkan

Written By Global Jurnal on Saturday, July 7, 2012 | 00:15

Jakarta - Masyarakat juga memiliki andil, sebab merekalah yang memilih wakil-wakil rakyat
Menyusul terungkapnya korupsi pengadaan Al-Quran di Kementerian , menjadikan tersangka anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Zulkarnaen Djabar dan putranya, Dendy Prasetya, institusi parlemen dan kementerian agama kembali menjadi sorotan.
Dua institusi tersebut menurut budayawan Radhar Panca Dahana bukan lagi rahasia menjadi sarang korupsi.
Oleh karena itu, Radhar menyarankan ide ekstrim, yaitu membubarkan kementerian dan lembaga tinggi negara tersebut.
"Jadi jalan keluar yang paling benar bubarkan Kementerian Agama dulu, dua lembaga yang harus dibubarkan itu Kementerian Agama dan DPR," kata Radhar dalam diskusi bertajuk "Korupsi Al Quran, Penanda Moral yang Rusak Parah?" di gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Jumat (6/7).
Dia menambahkan, bangsa Indonesia pasti punya cara untuk menggantikan posisi dua lembaga tersebut. Dua lembaga tersebut, menurutnya, selama ini lebih dikenal dengan korupsi dibandingkan kinerjanya.
"Dulu tidak begini, korupsi tidak di level bangsa, hanya di level elite, sekarang elit masif melakukan serentak, kelas menengah merasa dia juga pantas mendapatkan bagian," kata budayawan tersebut.
"Tidak ada implikasi (pembubaran) apapun kecuali karyawan kehilangan pekerjaan dan DPR bubar, kita ganti saja dengan lembaga berfungsi sama," lanjutnya.
Sementara anggota DPD dari Gorontalo, Elnino Husein Moho, mengatakan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Agama tidak akan menjadi solusi masalah korupsi di lembaga tersebut.
Untuk DPR, kata dia, masyarakat juga memiliki andil, sebab merekalah yang memilih wakil-wakil rakyat.
"Kalau DPR dibubarkan justru susah, mengubah konstitusilah dan lainnya, ini secara teknis kita akan kesulitan," kata Elnino dalam diskusi yang sama.
Satu-satunya cara agar DPR bisa lebih baik, kata dia, antara lain memastikan masyarakat memilih calon legislatif yang tepat dan masyarakat harus dididik mengenali calon berkompeten dan bermoral untuk duduk di Senayan.
"Selama ini yang memilih DPR kan rakyat," tutupnya.
Sumber: Yahoo!

Besok, Jalan Merdeka Ditutup

Written By Global Jurnal on Wednesday, July 4, 2012 | 17:55

* Saat Pelantikan Wali Kota

LHOKSEUMAWE - Jalan Merdeka yang merupakan salah satu jalan protokol di Lhokseumawe, Kamis (5/7) besok ditutup tiga jam untuk umum. Jalan yang ditutup mulai pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB itu mulai mulai dari Simpang Empat sampai Simpang Jam. Sementara, Jalan T Nyak Adam Kamil, Lhokseumawe pada hari yang sama juga ditutup sejak pukul 14.00 sampai 16.30 WIB. Penutupan itu sehubungan dengan  dilaksanakannya pelantikan wali kota/wakil wali kota Lhokseumawe dan bupati/wakil bupati Aceh Utara di gedung DPRK masing-masing daerah tersebut.

Sekretaris DPRK Lhokseumawe, Badruddin Ishak, kemarin, mengatakan Jalan Merdeka ditutup karena akan digunakan untuk lokasi parkir mobil tamu undangan pelantikan wali kota/wakil wali kota. “Pengguna jalan yang ingin ke pusat kota, bisa melalui Jalan Darussalam lalu berbelok ke Jalan Iskandar Muda dan langsung ke pusat kota,” jelasnya.

“Khusus untuk mobil gubernur dan wakil gubernur Aceh, menurut Badruddin, akan parkir di Jalan Merdeka persisnya di depan gedung DPRK Lhokseumawe. Untuk mobil undangan lainnya, tetap di sisi kiri dan kanan Jalan Merdeka,” ujar Badruddin. Ditambahkan, pihaknya mengundang 1.200 tamu untuk pelantikan itu.

Sementara Kabag Hukum dan Humas DPRK Aceh Utara, Fitriyani MH, menyatakan pihaknya akan menutup Jalan T Nyak Adam Kamil sejak pukul 14.00 sampai 16.30 WIB karena akan dilaksanakan pelantikan bupati dan wakil bupati Aceh Utara di gedung DPRK setempat. “Untuk mobil gubernur dan wakil gubernur Aceh, parkir kita sediakan di depan kantor Disdikpora Aceh Utara, persis di samping kanan gedung DPRK Aceh Utara. Sedangkan parkir mobil lainnya, di halaman gedung Islamic Center,” ujar Fitriyani. Ditambahkan, pihaknya mengundang 2.000 tamu dalam pelantikan tersebut.  

Amatan Serambi, kemarin, sejumlah pekerja sibuk memasang tratak di depan gedung DPRK Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Ruang sidang paripurna istimewa juga telah dihias dan semua kursi telah dibalut dengan kain putih. Sekitar pukul 12.00 WIB, Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso, Kapolres Aceh Utara, AKBP Farid BE, dan Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agus Tri Antoni dan Muspida Aceh Utara meninjau kesiapan pengamanan di gedung DPRK Aceh Utara.(c46)

INFO TERKINI

SPECIAL RAMADHAN

Indeks »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Global Jurnal - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger