Headlines News :
Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Nuruddin Ar-Raniri, Tokoh Pembaru Islam di Aceh (3)

Written By Global Jurnal on Tuesday, July 31, 2012 | 22:34


GLOBAL JURNAL - Pertama, intiqal, artinya wujud Allah SWT berpindah kepada makhluk, seperti seseorang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

Kedua, ittihad, artinya dua wujud menjadi satu, seperti bersatunya emas dengan tembaga.

Ketiga, hulul, artinya wujud Allah SWT masuk ke dalam makhluk, seperti air masuk ke dalam kendi. Keempat, ittisal, artinya wujud Allah SWT berhubungan dengan makhluk, seperti manusia dengan anggota tubuhnya.

Masalah kedua adalah syariat berbeda dengan hakikat. Menurut paham ini, perbedaan Tuhan dengan makhluk hanya dari segi syariat, bukan dari segi hakikat. 

Syekh Ar-Raniri menolaknya dengan mengemukakan sejumlah pandangan dari para ulama yang menyatakan kaitan yang sangat erat antara syariat dan hakikat.

Kecakapan dan pengetahuan Syekh ar-Raniri sangat luas dan tidak terbatas hanya dalam pengetahuan agama. Ilmunya juga mencakup berbagai pengetahuan umum, seperti filsafat, sejarah, dan perbandingan agama.

Perjalanan hingga ke Nusantara
Sebagaimana layaknya kota-kota pelabuhan yang lain, Kota Ranir sangat ramai dikunjungi para pendatang dari berbagai penjuru dunia. Ada yang berasal dari Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, dan Eropa. Tujuan utama mereka adalah melakukan aktivitas bisnis dan mencari sumber-sumber ekonomi baru. 

Di samping itu, mereka juga berdakwah dan menyebarluaskan ilmu-ilmu agama. Dari Ranir pula, mereka kemudian berlayar kembali menuju pelabuhan-pelabuhan lain di Semenanjung Malaka dan Hindia untuk keperluan yang sama.

Kehidupan para pendatang ini pada akhirnya turut memengaruhi pola kehidupan penduduk lokal. Kemudian, jadilah orang-orang Ranir dikenal sebagai masyarakat yang gemar merantau dari satu tempat ke tempat yang lain. 

Pola hidup yang berpindah-pindah seperti ini juga terjadi pada keluarga besar Ar-Raniri sendiri, yaitu ketika pamannya, Syekh Muhammad Jailani bin Hasan bin Muhammad Hamid Ar-Raniri, datang ke Aceh (1580-1583 M) untuk berdagang sekaligus mengajar ilmu-ilmu agama.

Menurut Azyumardi Azra, kebanyakan dari para perantau ini biasanya menetap di kota-kota pelabuhan di sepanjang pantai Samudera Hindia dan wilayah-wilayah kepulauan Melayu-Indonesia lainnya.[]



Buku Panduan Sholat Terbitan Polda ''Ngawur''

Written By Global Jurnal on Monday, July 23, 2012 | 22:19


GLOBAL JURNAL - Ketua Umum Pengurus Besar Alkhairaat, Pusat Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Habib Sayid Ali Bin Muhammad Aljufri meminta buku panduan “Memahami Bacaan Sholat” yang dikeluarkan oleh Masjid Nurul Ihsan Polda Sulawesi Tengah ditarik dari peredaran.

Menurut Ali, ditermukan beberapa kesalahan penulisan ayat di dalamnya. “Media internet saat ini menyediakan banyak rujukan dan tidak semuanya benar," katanya Senin, 23 Juli 2012.

Ali mencontohkan, ada yang bertanya soal hak waris, maka dijawab oleh ulama dengan menggunakan faraidh, lalu orang menelannya mentah-mentah. Jawaban itu benar, namun dalam Islam, ahli waris bisa membagi masing-masing setengah persen jika mereka bersepakat. 

Sedangkan faraidh digunakan untuk ketidaksepakatan pembagian hak waris. Makanya, Ali meminta kepada semua pihak, khususnya Polda agar merujuk pada ulama yang terpercaya. 

Ditemui terpisah, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigadir Jenderal Polisi Dewa Parsana mengaku berang dan menyesalkan atas tindakan anak buahnya yang menerbitkan buku bernuansa agama tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. 

"Jujur saya belum tahu ada buku seperti ini beredar dan yang bersangkutan sudah saya panggil dan saya tegur," kata Kapolda Dewa Parsana di ruang kerjanya.

Kapolda mengaku menghargai niat baik si penulis. Namun menurut dia, sebelum diedarkan, seharusnya buku bacaan shalat itu harus diketahui oleh instansi terkait dalam hal ini Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia setempat.

Kapolda telah memerintahkan kepada jajarannya untuk segera menarik seluruh buku itu untuk disempurnakan kembali oleh MUI agar bisa dibaca dan menjadi pedoman yang benar.

"Saya mewakili institusi Polda Sulawesi Tengah memohon maaf sebesar-besarnya kepada saudara-saudara muslim atas adanya buku tersebut," ujar Dewa. [darlis]


Source: TEMPO.CO

Apa Alasan Ilmiah dibalik Larangan Berkhalwat Bagi Muda Mudi?

Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu.

Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi khalwat itu?

Baru-baru ini, sebuah penelitian membuktikan bahaya berkhalwat tersebut.

Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian denganya hanya dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon tersebut.

"Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut," inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!


Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkat hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan tekanan darah tinggi dan berakibat pada diabetes dan penyakit lainnya yang mungkin meningkatkan nafsu seksual.

Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut berkata bahwa stres yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita asing (bukan mahram), dan stres tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanyamemiliki daya tarik lebih besar! Tentu saja, ketika seorang pria bersama dengan wanita yang merupakan saudaranya sendiri atau saudara dekat atau ibunya sendiri tidak akan terjadi efek dari hormon kortisol. Seperti halnya ketika pria duduk dengan seorang pria aneh, hormon ini tidak naik. Hanya ketika sendirian dengan seorang pria dan seorang wanita yang aneh!

Para peneliti mengatakan bahwa pria ketika ada perempuan asing disisinya, dirinya dapat membayangkan bagaimana membangun hubungan dengannya (jika tidak emosional), dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini (untuk melihat wanita dan berpikir tentang mereka) jika diulang, mereka memimpin dari waktu ke waktu untuk penyakit kronis dan masalah psikologis seperti depresi.

Nabi saw mengharaman khalwat

Kita semua tahu hadits yang terkenal yang mengatakan: "Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhlawat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga, hadits ini menegaskan diharamkannya berkhalwat bagi seorang pria dengan wanita asing atau bukan mahramnyaI . karena itu Nabi saw melalui syariat ini menginginkan kita menghindari banyak penyakit sosial dan fisik.

Ketika seorang beriman mampu menghindari diri dari melihat wanita (yang bukan mahram) dan menghindari diri dari berkhalwat dengan mereka, maka ia mampu mencegah penyebaran amoralitas dan dengan demikian melindungi masyarakat dari penyakit epidemi dan masalah sosial, dan mencegah individu dari berbagai penyakit ...

Kami sampaikan kepada mereka yang tidak puas dengan agama kami yang hanif: Bukankah Islam sebagai agama layak dihormati dan diikuti?.[eramuslim]


Foto: Ilustrasi [voa-islam.com]
Source catatan-ashe

Disapa Salam, Ronaldinho: Waalaikumsalam


BELO HORIZONTE - Tidak ada yang membantah kalau kejayaan Barcelona karena peran Ronaldinho. Pemain bernama asli Ronaldo de Assis Moreir ini memperkuat Blaugrana pada 2003-2008. Kombinasinya bersama Samuel Etoo mampu meruntuhkan dominasi Real Madrid yang ketika itu dijuluki Los Galaticos.

Sayang kariernya tidak bertahan lama bersama Barcelona. Gara-gara sikap indisipliner dan gemar dugem hingga mempengaruhi performanya di lapangan membuat manajemen Barcelona menjualnya ke AC Milan.
Namun di balik sikap bengalnya itu, Ronaldinho dikenal sebagai pribadi hangat dan murah senyum. Alhasil dia menjadi pemain yang sering disapa penggemar sebab mantan penggawa timnas Brasil ini selalu menyapa balik fans yang memanggilnya.
Karena itu ketika diwawancarai jaringan televisi asal Timur Tengah di Stadion Nou Camp, Ronaldinho tampak menyunggingkan senyum. Saat pembaca acara menyapa dengan mengucap "Assalamualaikum", Ronaldinho balik membalas bilang "Waalaikumsalam."
Percakapan itu dapat dilihat di Youtube di video berjudul 100 Most Famous Convert to Islam. Bisa jadi sapaan khas pemeluk ajaran Islam itu bukan sebuah hal asing bagi pemain yang memperkuat klub Liga Brasil, Atletico Mineiro ini. Pasalnya selama di Barcelona, Ronaldinho setiap hari bersentuhan dengan pemain Muslim, seperti Eric Abidal dan Thierry Henry. 



INFO TERKINI

SPECIAL RAMADHAN

Indeks »
 
Support : Creating Website | Johny Template | Maskolis | Johny Portal | Johny Magazine | Johny News | Johny Demosite
Copyright © 2011. Global Jurnal - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger